Alhamdulillah, Kajian Parenting pada Sabtu, 26 September 2026 telah terlaksana dengan baik.
Semoga ilmu dan nasihat yang disampaikan menjadi bekal berharga bagi kita semua dalam memahami pendidikan anak dengan lebih baik.
Beberapa Faidah yang dapat kita ambil dari Materi Kajian:
(1)
– Pentingnya menanamkan nilai nilai tauhid kepada Anak, seperti Nabi mengajarkan kepada para sahabatnya.
>
يَا غُلَامُ، إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ: احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، وَإِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ
– “Wahai anak kecil, sesungguhnya aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika engkau meminta, maka mintalah kepada Allah. Jika engkau memohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan kepada Allah…” (at-Tirmidzi no. 2516)
(2)
– Selalu kaitkan segala sesuatu dengan Allah. Berbakti kepada orang tua bukan hanya karena orang tua yang meminta, tetapi karena Allah memerintahkan kita untuk berbakti. Belajar, taat, bersabar, dan bersyukur pun demikian, jangan hanya melihat sebabnya, tetapi ingatlah Allah yang memerintahkan, memberi, dan mengatur semuanya.
(3)
– Renungi dan amalkan nasihat Luqman terhadap Anaknya, seperti yang termaktub dalam al-Quran:
– “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, ‘Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah. Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.’” (QS. Luqman: 13)
(4)
– Kuatkan Tauhid sebagai landasan utama dalam mengarungi kehidupan, seperti halnya pondasi / akar yang bisa menopang pohon yang besar. Allah berfirman:
– “Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik *(Kalimat Tauhid)* seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan izin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat.” (QS. Ibrahim: 24–25)
(5)
– Orangtua harus pandai mencari waktu yang tepat untuk memberikan nasihat bahkan dari setiap kejadian yang terlihat juga kita bisa menjadikannya momentum untuk memberikan nasihat kepada anak.
(6)
– Jangan sampai kita dan keluarga kita terjerumus ke dalam kesyirikan, Allah berfirman:
> وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
– “Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang yang sebelummu: ‘Sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang yang rugi.’” (QS. Az-Zumar: 65)
(7)
– Jauhkan anak dari pergaulan yang tidak baik, karena lingkungan pergaulan sangat berpengaruh kepada sifat dan prilaku anak.
> الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
– “Seseorang berada di atas agama (kebiasaan dan jalan hidup) teman dekatnya. Maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat siapa yang dia jadikan teman dekat.” (HR. Abu Dawud no. 4833)
